Analytical Exposition (Part 2)
Analytical Exposition (Part 2) By: Ibu Yuli
Pada pembahasan yang pertama sudah dijelaskan mengenai Analytical Exposition text, kali ini kita akan membahas kembali .
An analytical exposition is an essay which analysis an issue or situation, ( Analytical Exposition adalah tulisan yang menganalisis suatu masalah atau situasi).
There are kinds of text which belong to analytical exposition as follows. (Ada beberapa jenis teks termasuk analytical exposition yang dapat kita temukan) yaitu sebagai berikut:
- Speechs or lectures (Pidato atau Kuliah)
- Letters or editorials (Surat atau Editorial)
- Articles of newspaper and magazine (Artikel koran dan majalah)
- Essays (Tulisan)
- Leaflets or phamplet (Brosur atau pamplet)
1. Social Function of Analytical Exposition (Purpose of Analytical exposition)
- To persuade the reader that the idea is important matter. (Untuk mengajak pembaca bahwa ide merupakan masalah penting)
- To persuade the readers to look at an issue with the point of view. (Untuk mengajak pembaca melihat suatu masalah dengan pandangan/pendapat)
2. Structures of Analytical Exposition (Generic Structure of
Analytical Exposition)
Thesis
Bagian ini merupakan topik utama yang ingin disajikan/disampaikan dengan berbagai alasan yang melatar belakangi permasalahan.
Arguments
Bagian arguments adalah bagian untuk mengekspresikan pendapat mengenai topik yang dibahas, biasanya, sebuah analytical exposition memiliki lebih dari 1 argumen atau pendapat. Hal ini bertujuan agar lebih meyakinkan pembaca supaya mereka semakin yakin bahwa topik yang dibicarakan sangat penting dan perlu ditilik lebih lanjut.
Reiteration/Conclusion
Bagian ini berisi mengenai penegasan kembali posisi dan pendapat penulis terhadap topik utama. Selain itu, paragraf terakhir ini juga bisa berisi kesimpulan dari argumen yang disampaikan.
3. Language Features of Analytical Exposition Text:
Ada beberapa ciri-ciri kebahasaan dari analytical exposition,diantaranya adalah:
1. Tense yang digunakan dalam analytical exposition adalah simple present tense (verb 1).
2. Menggunakan kata-kata yang mengekspresikan pikiran atau perasaan.
Misalnya: experience, feel, know, realize, sense, think, dan lainnya
3. Menggunakan internal conjunction (kata penghubung internal) yang menghubungkan argumen di antara dua klausa. Internal conjunctions dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
1. Addition (penambahan)
contoh: besides, in addition, further.
2. Comparisons (perbandingan)
contoh: but, vice versa, meanwhile, on the other hand.
3.Time (waktu).
contoh: second, then, then, next
4. Cause-effect (akibat).
contoh: consequence, as a result, so, the result.
4. Terakhir menggunakan causal conjunctions (reason–why) atau sebab-akibat. Misalnya seperti menggunakan kata: as a result, because, by, consequently, despite, due to, for that reason, dan lainnya.

Comments
Post a Comment