HISTORICAL RECOUNT TEXT
Historical Recount Text
Recount Text is a text that retells events or experiences in the past.
Jenis Recount Text
Recount
text dibagi menjadi 4 jenis yang bisa digunakan untuk menulis antara lain
1. Personal recount text
Ini merupakan teks yang menceritakan tentang sebuah
cerita atau pengalaman
pribadi seseorang.
contoh tentang perjalanan
liburan, pengalaman yang tak terlupakan, maupun
kisah
pribadi lainnya. (experience, diary,
biography,autobiography)
2. Imaginative recount text
Ini merupakan teks yang menceritakan sebuah cerita yang
didasarkan pada
imajinasi pengarang dalam bentuk , atau
bisa juga disebut fantasi.
contoh imaginative recount text dengan judul spiderman,
batman, etc
. 3. Factual recount text.
Ini merupakan teks yang berfungsi untuk menyajikan
laporan peristiwa yang
benar-benar terjadi atau fakta nyata,
seperti laporan percobaan ilmu pengetahuan
ataupun laporan kepolisian.
contoh factual recount tentang Titanic.
Sriwijaya Air
4. Historical recount text
Ini merupakan teks yang didasarkan pada sejarah yang
pernah terjadi pada
dahulu kala. Cerita sejarah yang
diceritakan kembali tersebut bisa berupa tempat
bersejarah, benda bersejarah, maupun
peristiwa-peristiwa sejarah yang
mengiringinya.
contoh sejarah sumpah pemuda, sejarah
didirikannya tugu monas dan masih
banyak cerita sejarah lainnya.
Pengertian historical
recount
The retelling of factual events that have happened in the past
Historical recount adalah salah satu bentuk recount text yang isinya menceritakan kembali peristiwa-peristiwa fakta yang sudah terjadi di waktu lampau..
Fungsi sosial historical recount
To retell, document and explain a series of events or period in history
Sesuai dengan namanya, maka fungsi sosial
dari historical recount adalah untuk menceritakan kembali/ mendokumentasikan
rangkaian peristiwa sejarah.
Dengan membaca atau mengetahui cerita sejarah, maka kita akan lebih menghargai jasa para pahlawan bangsa.
Struktur historical recount
Struktur historical recount sama dengan struktur recount text pada umumnya, yaitu:
Orientation
Tells about background information about who, where, when the incident or event occurred.
Orientation adalah bagian awal dalam historical recount yang akan membantu pembaca untuk mengetahui apa-apa saja yang ada di dalam cerita sebelum masuk ke pembahasan atau cerita yang lebih rinci. Bagian orientation ini memuat informasi yang perlu diketahui seperti who (siapa), what (apa), when (kapan), dan where (di mana).
Events
Tells a series of events that occurred in chronological order.
Mengungkap detail peristiwa yang terjadi. Peristiwa yang diceritakan juga harus disusun secara urut agar pembaca lebih paham bagaimana kronologi sebuah kejadian.
Reorientation
the closing or conclusion of the story. To close a story, we can give our opinion about the story.
Bagian reorientation biasanya digunakan
untuk
1.
menyisipkan komentar pribadi dari penulis
tentang sebuah peristiwa sejarah.
2. Kita juga bisa menyampaikan kembali apa inti dari peristiwa yang diceritakan. (Ketika menyampaikan komentar pribadi, maka tenses dari kalimatnya menggunakan present tense.)
Language
features of Historical Recount:
·
Most historical recounts start when the event happened. This
often means using dates.
·
Historical recounts use simple past tense because the events
happened in the past.
·
Typically, the field in historical recounts concerns contact
between different peoples, conflict, and war.
(Biasanya, bidang dalam cerita sejarah menyangkut kontak
antara berbagai orang, konflik, dan perang.)
Proclamation of Indonesian Independence
Orientation
The Proclamation
of Indonesian Independence was read at 10.00 a.m. on Friday, 17 August 1945.
Events
The declaration
marked the start of the diplomatic and armed resistance of the Indonesian
National Revolution, fighting against the forces of the Netherlands and
pro-Dutch civilians, until the latter officially acknowledged Indonesia’s
independence in 1949. The Netherlands declared that they had decided to accept
de facto 17 August 1945 as Indonesia’s independence date. The United Nations,
who mediated in the conflict, formally acknowledge the date of independence as
27 December 1949.
Reorientation
The document was
signed by Sukarno and Mohammad Hatta, who were appointed president and
vice-president respectively the following day.
Comments
Post a Comment